Ahli Mengobati Kanker
Ahli Mengobati Kanker

Terapi Hormon Untuk Penderita Penyakit Kanker Payudara

Diposkan oleh : Green World pada 10:30 am tanggal March 7, 2018

www.ahlikanker.com – Terapi hormon atau yang dikenal sebagai terapi hormonal atau terapi endokrin dapat digunakan dalam pengobatan kanker payudara guna untuk memperlambat pertumbuhan tumor yang terjadi pada sel yang sensitif terhadap hormon.

Hormon estrogen dan proestrogen ternyata bisa merangsang pada pertumbuhan sel kanker payudara. Tapi tidak hanya itu saja, pada kedua hormon tersebut juga bisa membantu pada sel tumor tumbuh dan menyebar, sehingga mengakibatkan tumor dapat terbentuk pada bagian tubuh yang lainnya. Pada sebagian besar penderita kanker payudara memiliki sel kanker reseptor estrogen positif atau yang disebut dengan ER positif (estrogen receptor-positive). Sedangkan pada penderita payudara yang dimana sel kanker dapat merespon terhadap hormon proestrogen atau yang disebut dengan PR-positif (proestrogen reseptor-positive).

Saat seseorang didiagnosis menderita penyakit kanker payudara, maka dokter akan melakukan tes untuk mencari tahu penyebab dari timbulnya sel kanker tersebut. Apabila terjadi dari hormon maka dokter pun kemungkinan akan merekomendasikan berupa terapi hormon sebagai salah satu solusi pengobatan. Akan tetapi hormon atau terapi endokrin tersebut mampu untuk memblokir, menghalangi serta menghilangkan hormon penyebab dari kanker payudara tersebut.

terapi hormon untuk penyakit kanker payudara

Jenis Terapi Hormon Kanker Payudara

Ada beberapa strategi yang telah dikembangkan untuk mengobati kanker payudara hormon-sensitif, diantaranya sebagai berikut :

  • Memblokir fungsi ovarium atau yang disebut dengan ablasi ovarium. Hal ini dikarenakan indung telur merupakan sumber utama estrogen pada wanita premenopause, tingkat estrogen pada wanita bisa dikurangi dengan cara menghilangkan atau menekan pada fungsi ovarium.
  • Ablasi ovarium bisa dilakukan dengan cara pembedahan dalam operasi untuk mengangkat ovarium (ooforektomi) atau dengan cara pengobatan yaitu radiasi. Pada jenis ablasi ovarium ini biasanya bersifat permanen.
  • Fungsi ovarium yang dapat ditekan sementara oleh pengobatan dengan menggunakan obat yang disebut gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonis, atau yang dikenal sebagai luteinizing hormone-releasing hormone (LH-RH) agonis. Pada jenis obat-obatan ini bisa mengganggu pada sinyal dari kelenjar pituitari yang dapat merangsang pada ovarium untuk menghasilkan estrogen.

Lalu bagaimana cara kerja terapi hormon tersebut?

Pada sebagian besar estrogen dalam tubuh wanita dibuat oleh indung telur. Setelah masuk masa menopause, maka jumlah yang lebih kecil masih dibuat pada jaringan lemak tubuh yang dimana hormon yang telah dibuat oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen.

Estrogen tersebut akan membuat kanker payudara menjadi reseptor positif terhadap hormon tumbuh. Sehingga sekitar 2 dari 3 jenis kanker payudara reseptor hormon positif akan mengandung reseptor hormon estrogen (kanker ER-positif) atau proestrogen (kanker PR-positif). Sehingga hal ini akan mengurangi jumlah estrogen atau dapat menghalangi kerjanya yang dapat mengurangi resiko kambuhnya kanker payudara pada stadium awal setelah melakukan operasi. Selain itu obat terapi hormonal juga dapat digunakan untuk membantu mengecilkan atau memperlambat pada pertumbuhan stadium lanjut. Pada jenis perawatan ini cukup bermanfaat untuk hormon kanker payudara reseptor-positif, akan tetapi hal ini tidak akan membantu penderita tumor dengan hormon reseptor negatif.

Terapi hormon yang berperan untuk mencegah adanya sel-sel kanker guna untuk mendapatkan hormon yang mereka butuhkan supaya tumbuh serta memperlambat ataupun menghentikan pertumbuhan tumor reseptor hormon positif, dan hal ini dapat dilakukan dalam beberapa cara.

Terdapat beberapa terapi hormon seperti obat tamoxifen, yang berfungsi untuk menempel pada reseptor di bagian sel kanker dan bisa memblokir estrogen supaya tidak melekat pada reseptor. Selain itu ada inhibitor aromatase, berfungsi untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh sehingga sel-sel kanker tidak akan bisa mendapatkan estrogen yang mereka butuhkan untuk tumbuh.

Apakah terapi hormon memiliki efek samping?

Efek samping dari terapi hormon tergantung pada obat tertentu atau pada jenis pengobatan yang digunakan. Dokter pun akan mempertimbangkan manfaat dan juga resiko dalam penggunaan terapi hormon dan akan memilih pengobatan yang terbaik. Kemungkinan terjadi rasa panas, berkeringat pada malam hari, dan vagina menjadi kering adalah efek samping yang umum terjadi dari terapi hormon. Terapi hormon juga dapat mengganggu pada siklus menstruasi pada wanita premenopause.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear Untuk Mendeteksi Kanker Serviks
    Ahli Kanker – Kanker serviks adalah jenis penyakit...
  • Awas ! Penyakit Kanker Jantung Yang Langka Namun Mematikan
    www.ahlikanker.com – Ada berbagai gangguan pada jantung seperti...
  • Ketahui Pilihan Untuk Pengobatan Kanker Usus Besar Pada Stadium Lanjut
    Kanker usus besar merupakan jenis penyakit yang...
  • Terapi Hormon Untuk Penderita Penyakit Kanker Payudara
    www.ahlikanker.com – Terapi hormon atau yang dikenal sebagai...
  • Komplikasi Yang Sering Terjadi Pada Penyakit Kanker Serviks
    www.ahlikanker.com – Kanker serviks merupakan salah satu penyakit...