Ahli Mengobati Kanker
Ahli Mengobati Kanker

Komplikasi Yang Sering Terjadi Pada Penyakit Kanker Serviks

Diposkan oleh : Green World pada 11:10 am tanggal February 10, 2018

www.ahlikanker.com – Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang sangat mematikan dan sering menyerang kaum wanita. Terjadinya suatu komplikasi pada penyakit kanker serviks diakibatkan dari pengobatan atau karena tingkat / stadium kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut. Bahkan pada pengobatan kanker serviks juga bisa beresiko menyebabkan beberapa dampak sehingga terjadi komplikasi.

komplikasi yang sering terjadi pada kanker serviks

Komplikasi kanker serviks akibat dari pengobatan

1. Menopause Dini

Terjadinya menopause dini apabila rahim dan ovarium diangkat melalui operasi atau juga dikarenakan rahim dan ovarium mengalami kerusakan saat menjalani perawatan dengan pengobatan radioterapi. Terdapat beberapa gejala yang dapat muncul akibat dari kondisi ini, yaitu :

  • Vagina menjadi kering.
  • Menstruasi yang berhenti atau tidak teratur.
  • Hilangnya nafsu seksual.
  • Keringat yang berlebihan, meskipun dimalam hari.
  • Kehilangan kemampuan dalam menahan urine sehingga menyebabkan buang air kecil tanpa disengaja saat batuk ataupun bersin. Pada kondisi seperti ini dikenal sebagai Inkontinensia urine.
  • Terjadinya penipisan tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis atau tulang rapuh.

Gejala diatas dapat dikurangi dengan cara mengonsumsi obat yang merangsang produksi estrogen dan progesteron. Karena pengobatan tersebut disebut dengan terapi penggantian hormon.

2. Terjadinya Penyempitan Vagina

Pengobatan radioterapi pada kanker serviks akan menyebabkan penyempitan vagina, sehingga jika melakukan hubungan seksual akan sangat menyakitkan dan sulit. Ada dua pilihan pengobatan, pertama dengan cara mengoleskan krim hormon pada vagina guna untuk meningkatkan kelembapan vagina, sehingga hubungan seksual dapat menjadi lebih mudah.

Sedangkan yang kedua yaitu dengan memakai vaginal dilator. Vaginal dilator terbuat dari plastik, karet atau kaca yang halus. Dengan berbentuk seperti tabung dan memiliki ukuran dan berat yang berbeda-beda. Alat tersebut berfungsi untuk mengembalikan fleksibilitas vagina sehingga akan membuat vagina menjadi elastis serta hubungan seksual akan terasa lebih nyaman. Untuk pemakaian vaginal dilator sangat disarankan selama 5-10 menit secara teratur selama 6 bulan hingga satu tahun.

3. Munculnya Limfedema

Limfedema merupakan pembengkakan yang pada umumnya muncul pada tangan ataupun kaki karena sistem limfetik yang terhalang. Sistem limfetik adalah bagian yang penting dai sistem kekebalan dan juga sirkulasi tubuh. Sistem tersebut tidak akan berfungsi secara normal jika nodus limfa diangkat dari panggul.

Salah satu fungsi dari sistem limfetik yaitu untuk membuang cairan yang berlebih dari dalam jaringan tubuh. Pada gangguan tersebut dapat menyebabkan penumpukkan cairan pada jaringan tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan. Seseorang yang menderita penyakit kanker serviks biasanya terjadi pembengkakan pada bagian kaki. Lakukan pemijatan khusus atau perban khusus untuk membantu mengatasinya.

Komplikasi kanker serviks akibat stadium lanjut

1. Sakit Akibat Penyebaran Kanker

Rasa sakit akan muncul saat kanker sudah menyebar ke bagian saraf, tulang, dan otot. Tetapi ada beberapa obat yang dapat meredakan rasa sakit dan biasanya digunakan untuk mengendalikan rasa sakit tersebut. Pengobatan radioterapi dengan jangka pendek juga efektif untuk mengendalikan rasa sakit.

2. Gagal Ginjal

Ginjal yang berfungsi untuk membuang materi limbah dari dalam tubuh. Limbah tersebut dibuang dengan melalui urine yang melewati saluran ureter. Fungsi ginjal dapat dipantau dengan melalui tes darah yang disebut dengan kadar serum kreatinin. Pada beberapa kasus kanker serviks stadium lanjut, kanker dapat menekan ureter. Hal ini menyebabkan terhalangnya aliran urine untuk keluar dari ginjal. Urine yang terkumpul di bagian ginjal dikenal dengan istilah hidronefrosis. Kondisi ini dapat menyebabkan ginjal menjadi membengkak dan juga meregang. Bahkan hidronefrosis akan semakin parah dan merusak ginjal sehingga akan kehilangan seluruh fungsinya. Pada kondisi tersebut disebut dengan gagal ginjal.

3. Penggumpalan Darah

Seperti pada penyakit kanker lainnya, kanker serviks juga dapat membuat darah menjadi lebih kental atau lengket, bahkan cenderung menggumpal. Resiko ini dapat meningkat setelah menjalani pengobatan kemoterapi dan istirahat pasca operasi. Munculnya tumor yang besar yang dapat menekan pembuluh darah pada panggul. Sehingga akan memperlambat aliran darah balik dan mengakibatkan penggumpalan pada bagian kaki.

Kondisi ini dapat berdampak fatal apabila gumpalan tersebut bergerak ke bagian paru-paru dan menghalangi pasokan darah ke paru-paru. kondisi ini disebut dengan emboli paru-paru.

4. Cairan Vagina Tidak Normal

Produksi cairan vagina yang tidak normal akibat dari kanker serviks stadium lanjut bisa muncul karena beberapa alasan, diantaranya :

  • Rusaknya jaringan sel-sel-s
  • Rusak pada kandung kemih atau usus sehingga akan terjadi kebocoran isi organ yang keluar melalui vagina
  • Karena adanya infeksi bakter pada organ vagina

Untuk pengobatan yang dilakukan bisa menggunakan gel antibakteri yang mengandung metronidazole. Atau bisa dengan cara memakai baju yang mengandung zat arang (karbon).

5. Fistula

Fistula merupakan saluran tidak normal yang menghubungkan antara dua bagian tubuh. Pada kebanyakan kasus yang terjadi, fistula terbentuk antara kandung kemih dan vagina. Adanya kelainan ini menyebabkan adanya suatu cairan urine yang keluar secara terus menerus dari vagina. Fistula juga merupakan komplikasi yang tidak umum terjadi pada penyakit kanker serviks, dan hanya terjadi pada 2% kasus kanker serviks lanjutan.

Biasanya perlu diperlukan prosedur operasi, akan tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan karena kondisi penderita kanker serviks yang sudah sangat lemah. Apabila operasi tidak memungkinkan, penggunaan krim dan pelembap dapat digunakan untuk mengurangi adanya pengeluaran cairan. Hal ini juga bertujuan untuk melindungi vagina dan juga jaringan yang ada disekitarnya supaya tidak mengalami kerusakan dan juga iritasi.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Ketahui Pilihan Untuk Pengobatan Kanker Usus Besar Pada Stadium Lanjut
    Kanker usus besar merupakan jenis penyakit yang...
  • Terapi Hormon Untuk Penderita Penyakit Kanker Payudara
    www.ahlikanker.com – Terapi hormon atau yang dikenal sebagai...
  • Komplikasi Yang Sering Terjadi Pada Penyakit Kanker Serviks
    www.ahlikanker.com – Kanker serviks merupakan salah satu penyakit...
  • Tips Untuk Meringankan Sesak Nafas Akibat Kanker Paru-paru
    www.ahlikanker.com – Kanker paru-paru merupakan kondisi yang dimana...
  • Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Setelah Operasi Kanker Serviks
    www.ahlikanker.com – Melakukan olahraga setelah operasi kanker serviks...