Ahli Mengobati Kanker
Ahli Mengobati Kanker

Efek Samping Melakukan Pengobatan Kemoterapi

Diposkan oleh : Green World pada 8:08 am tanggal April 8, 2017

kemoterapi

Kemoterapi atau yang biasa disebut dengan kemo dikenal sebagai salah satu pengobatan penyakit kanker. Kemoterapi memiliki berbagai ragam manfaat dalam memerangi sel-sel kanker. Meskipun dalam metode pengobatan ini memiliki efek sampingnya, namun akan berbeda pada setiap pasien, dan tergantung pada jenis penyakit kanker, dosis, dan juga kesehatan tubuhnya.

Kemoterapi mungkin akan diberikan rawat inap sebagai bagian dari pengobatan rawat jalan, meskipun pengobatan kemoterapi akan dilakukan dirumah. Namun dalam proses kemoterapi juga harus tetap diawasi oleh dokter sebagai tujuan untuk mengamati yang kemungkinan efek samping atau adanya pergantian dengan obat-obatan.

Baca Juga : Obat Herbal Kanker

Mengapa kemoterapi akan menyebabkan efek samping?

Kemoterapi yang bereaksi pada sel-sel tubuh yang masih aktif. Sel-sel aktif yaitu sel pada tubuh yang tumbuh dan juga berkembang seperti sel kanker dan sel-sel sehat yang lainnya. Dan ini termasuk pada sel didalam darah, sistem pencernaan, mulut, dan foliker rambut. Maka efek samping akan terjadi ketika kemoterapi telah menimbulkan kerusakan pada sel-sel yang sehat.

Berikut efek samping yang kemungkinan akan terjadi dari kemoterapi :

1. Rambut rontok

Konsekuensi dari melakukan kemoterapi yaitu mengalami rambut rontok sementara. Dari sel-sel foliker rambut merupakan salah satu sel yang membelah dengan sangat cepat dalam tubuh. Oleh karena itu kemoterapi tidak dapat membedakan sel ini dan sel berbahaya, obat kemoterapi juga akan menghancurkan sel-sel foliker rambut, sehingga akan menyebabkan rambut rontok.

2. Diare dan konstipasi

Sel-sel pada dinding usus juga akan dihancurkan oleh pengobatan kemoterapi sehingga akan menyebabkan diare. Dalam masa pengobatan kanker juga akan disebabkan oleh kecemasan, kekurangan gizi, stress bahkan bedah usus.

3. Mual

Mual juga merupakan salah satu efek yang paling umum terjadi, karena menyebabkan hilangnya nafsu makan, dehidrasi, dan konstipasi. Bahkan juga sering terjadi muntah-muntah.

4. Masalah kulit

Melakukan pengobatan kemoterapi akan berdampak pada kulit sehingga kulit pun akan menjadi kering dan ruam kulit. Selain itu juga kulit akan mengelupas, bersisik, gatal-gatal, dan pecah-pecah.

5. Kelelahan

Penderita kanker akan mengeluh karena kekurangan tenaga. Hal ini disebebkan oleh rasa sakit, kurang tidur, hilangnya nafsu makan, serta darah rendah. Rasa lelah yang diakibatkan oleh kemoterapi akan muncul dengan tiba-tiba dan akan berlangsung dalam beberapa hari, minggu, bahkan bulan.

6. Saraf dan otot

Beberapa kasus kemoterapi akan mempengaruhi pada bagian saraf, sehingga menyebabkan neuropati perifer, dan akan menimbulkan gejala rasa terbakar, lemah, rasa sakit, mati rasa pada bagian tangan dan kaki, dan kesemutan.

7. Sakit tenggorokan dan sariawan

Pengobatan anti kanker maka akan dapat menyebabkan iritasi pada jaringan mulut dan juga tenggorokan. Terjadinya iritasi pada bagian mulut maka akan menyebabkan sariawan, sehingga pasien pun akan kesulitan untuk berbicara, makan, dan menelan.

8. Infeksi

Pengobatan kemoterapi akan menyebabkan kurangnya produksi pada sel darah putih (leukopenia), yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh akan melemah, sehingga tubuh akan lebih rentan terkena infeksi.

9. Efek pada organ seksual

Kemoterapi akan mempengaruhi pada organ seksual pria maupun wanita. Hal ini karena obat kemoterapi dapat menurunkan jumlah sperma sehingga akan menyebabkan infertilitas sementara bahkan permanen.

10. Pendarahan atau pembekuan darah

Karena supresi pada sumsum tulang yang jumlah trombositnya menjadi berkurang. Trombosit yang berperan sangat penting dalam proses pembekuan darah. Jika jumlah trombosit berkurang maka akan menyebabkan gejala seperti mimisan, pendarahan lama, memar dengan tiba-tiba, gusi berdarah, tinja hitam atau berdarah, sakit kepala, dan hematuria.

Cara pengobatan kemoterapi yang dilakukan tergantung pada jenis kanker yang diderita, meliputi :

– Topikal. Yang digunakan dengan melalui krim yang dioleskan pada kulit.

– Oral. Pengobatan kemoterapi yang berbentuk kapsul, pil, atau cairan yang dapat diminum.

– Suntik. Suntikan yang diberikan melalui otot atau lapisan lemak seperti lengan atau perut.

– Intraperitoneal (IP). Yang diberikan langsung kedalam rongga perut yang terdapat pada usus, lambung, dan hati.

– Intra-arteri (IA). Yang dimasukan kedalam arteri yang menyalurkan darah pada kanker.

– Intravenous (IV). Kemoterapi yang dimasukan secara langsung pada pembuluh darah vena.

Meskipun akan berdampak dalam pengobatan kemoterapi, namun kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang efektif dalam berbagai penyakit kanker. Dalam kebanyakan kasus, maka efek samping dari pengobatan kemoterapi akan hilang setelah pengobatan dihentikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Setelah Operasi Kanker Serviks
    www.ahlikanker.com – Melakukan olahraga setelah operasi kanker serviks...
  • Mengenal Pengobatan Imunoterapi Untuk Penderita Penyakit Kanker
    www.ahlikanker.com – Kanker adalah salah satu penyakit berbahaya...
  • Ketahui Tahapan Stadium Kanker Usus Besar Sejak Dini
    Kanker usus besar hanya bisa didiagnosis dengan...
  • Lakukan Tips Ini Untuk Mencegah Penyakit Kanker Usus Besar
    Kanker usus besar merupakan salah satu jenis...
  • Mengatasi Mual Akibat Dari Efek Samping Kanker Serviks
    Sekitar 70% penderita kanker serviks cenderung mengalami...